Rabu, 21 Januari 2009

Bagaimana Membaca Laporan Keuangan?

"Bagaimana sih cara membaca laporan keuangan? Yang ada hanya sekumpulan angka ada yang disusun horisontal dan vertikal belom lagi ada persen-persen segala lagi, darimana tuh semuanya itu"
Nah, ini pertanyaan bagus kalau masih ada yang menanyakan, karena yang ditakutkan kalo pertanyaannya adalah "Emang perlu baca laporan keuangan?" .... :(

Untuk memulainya kita perlu mengetahui ada berapa jenis sih macam laporan keuangan... Berdasar dari ketentuan umum akuntansi ada 5 jenis laporan keuangan yaitu :

1. Laporan Laba-Rugi
2. Laporan Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Nah, umumnya kita familiar dengan nomor 1-3, kalo yang nomor 4 mungkin kalo dulu kita kuliah di jurusan akuntansi atau pernah belajar di SMA pernah jumpa, yang walau waktu di kuliah ataupun SMA bingung, emang ada perlunya tuh nomor 4. Kalo nomor 5, waduh emang ada y... :)
Kita mulai dengan yang sederhana dulu…

LAPORAN LABA-RUGI
Nah ini laporan yang orang paling suka dan mungkin paling ngerti dan mungkin juga paling menarik…. Hehehe
Disini bacanya gampang sekali, langsung straight ke angka paling bawah, lalu lihat angka nya merah or dikurung or ada tanda minus (-) atau hitam, lalu lihat berapa digit angkanya :D hahaha



Well yes, kalo mau mudah memang begitulah membacanya, why go through the detail…
Dalam teorinya, Laporan Laba Rugi adalah semacam laporan kinerja atau performa dari suatu perusahaan, dimana disitu akan tergambar jumlah pendapatan/penjualan, lalu biaya-biaya selama 1 (satu) periode tertentu.
Nah, periode tersebut bisa bulanan, kuartalan, semesteran or tahunan, lewat dari itu sih jarang hehehe, biasanya akan disebutkan kumulatif.
Di bawah ini contoh saja, tapi jangan tanya mengenai akun-akunnya karena kita sedang tidak membahasnya hehehe…

Next one…. LAPORAN NERACA
Ini yang terkadang orang males bacanya karena dianggap tidak menggambarkan apa-apa, yang ada hanyalah bahwa bahwa kolom kiri dan kanan pasti seimbang karena kalo nggk seimbang berarti salah :)
Memang laporan ini, menurut saya a little bit tricky, karena secara teori laporan ini hanya menggambarkan nilai yang ada pada laporan ini hanya saat tanggal tersebut.
Ya kalo misalnya disebut tanggal 31 Desember 2008, berarti jika ada perkiraan saldo bank senilai 5.000.000 ya hanya di tanggal itu saja, besoknya ya sudah berubah lagi….
So lalu apa gunanya? Laporan neraca ini sebetulnya lebih menggambarkan “kekuatan” dari si perusahaan tersebut berdasarkan aset, kewajiban dan modalnya.

Oh ya, kalo tadi di atas sempat disebut kolom kiri dan kanan, ada 2 jenis bentuk Laporan Neraca, yaitu yang seperti di atas dan satu lagi dengan membagi 2 kolom kiri dan kanan, dimana kolom kiri adalah Aktiva / Aset dan kolom kanan adalah Kewajiban dan Ekuitas / Modal.

Berikutnya… LAPORAN ARUS KAS
Ya seperti judulnya, laporan ini melaporkan semua kegiatan operasional perusahaan hanya yang berhubungan dengan keluar masuknya uang tunai / kas.
Maksudnya gimana? Nah di laporan ini, penjualan or pembelian kredit tidak dimasukan dalam laporan karena nggk ada uang tunai / kas yang terlibat.
Tapi kalo pelunasan hutang or piutang nah itu dimasukan karena ada uang tunai yang didapat atau dikeluarkan.
Gunanya apa? Dalam laporan ini digambarkan kekuatan / likuiditas dari perusahaan bersangkutan secara tunai / kas.
Sedikit pusing? Ya kurang lebih gitulah, kalo mau perumpamaan kurang lebihnya begini, seseorang sebut saja A punya tunai 1jt akan lebih likuid / “kuat” dibanding dengan B yang mempunyai tagihan piutang 2jt, karena si A akan dapat bergerak / bertindak lebih cepat dalam keadaan ekonomi tertentu or jika datang penawaran yang baik.
Mungkin nanti akan kita bahas lebih detailnya pada topik yang lebih menjurus… supaya nggk terlalu detail dulu…

Next stop… LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Well ini laporan yang hanya mencatatkan perubahan-perubahan yang terkait dengan ekuitas. Ekuitas apa sih? Kalo orang dulu menyebutnya modal.
Apa yang digambarkan di laporan ini? Well pada non-listed companya sih sebetulnya nggk terlalu terpengaruh banyak karena di dalamnya hanya terkandung perubahan modal yang disebabkan adanya deviden or profit-loss pada periode tersebut.

Last stop…. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Ya seperti judulnya, ini hanya catatan atas ke-4 laporan keuangan di atas, sehingga bentuknya akan lebih banyak narasi dibandingkan angka serta adanya keterangan-keterangan lebih detail dari setiap laporan di atas.
Nah tebalnya laporan yang satu ini bisa berkali-kali lipat dari ke-4 laporan di atas digabungkan, nah ini yang kalo orang awam paling malas baca karena bikin ngantuk…. :)
Tetapi untuk investor or analisis pasti akan membutuhkan laporan yang satu ini.

Well rasanya sih begitu dulu keterangan yang dapat diberikan, nanti akan coba kita bahas pada topik yang lebih detail…

Sangatlah penting bahwa saat kita ingin mengetahui detail dari suatu perusahaan janganlah kita hanya melihat sepotong-sepotong dari laporannya, kita harus melihatnya secara keseluruhan dikarenakan setiap laporan ini sebetulnya adalah saling berkaitan dan melengkapi.
So watch out, saat kita menganggap remeh, maka there’s a hole we might step into it…